فإنّ اصدق الحديث كتاب الله عزّ وجلّ واحسن الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشرّ الأمور محثاتها فان كلّ محدثة بدعة وكلّ بدعة ضلالة وكلّ ضلالة في النار
kita selalu mendengungkan setiap saat dan selalu memfokuskan pada seputar dua point mendasar yang merupakan kaedah perubahan yang benar. Kedua-duanya adalah Tashfiyah (pemurnian) dan Tarbiyah (pendidikan), kedua hal ini mesti berjalan seiring, iaitu tashfiyah dan tarbiyah.
Jika dalam sesebuah negeri terdapat suatu jenis dari tashfiyah, iaitu tashfiyah dalam hal ‘aqidah, maka hal ini termasuk peristiwa yang sangat besar yang terjadi dalam masyarakat Islam yang merupakan bagian bangsa di antara bangsa-bangsa lain.
Adapun dalam hal ‘ibadah, maka perlu membebaskan ‘ibadah itu dari fanatik madzhab yang sempit dan berusaha kembali kepada sunnah yang shahih. gholiban terdapat ulama besar yang memahami Islam dengan pemahaman yang shahih dari segala sisi, tetapi saya tidak yakin bahwa ada satu, dua, tiga, sepuluh atau dua puluh orang sahaja mampu menegakkan kewajiban mengadakan tashfiyah (pemurnian) Islam dari setiap apa yang masuk ke dalamnya, baik dalam hal ‘aqidah, ‘ibadah atau akhlak.
Sesungguhnya orang yang sedikit tidak akan mampu menunaikan kewajiban ini, iaitu kewajiban mengadakan tashfiyah (pemurnian) dari apa-apa yang melekat dengan Islam berupa hal-hal yang masuk ke dalam Islam (padahal sebenarnya bukan dari Islam) serta kita harus mendidik orang-orang di sekitar kita dengan tarbiyah (pendidikan) yang benar dan lurus, akan tetapi tashfiyah dan tarbiyah sekarang ini telah hilang.
Oleh karena itu, gerakan politik di masyarakat Islam manapun yang tidak berhukum dengan syari'at (Islam) akan menghasilkan dampak yang sangat buruk sebelum kita merealisasikan dua masalah penting ini.Adapun nasihah itu dapat menggantikan posisi gerakan politik di negeri manapun yang berhukum dengan syari'at, dengan cara musyawarah atau menyampaikan nasihah dengan cara yang lebih baik sesuai dengan batasan-batasan syar'i yang jauh dari bahasa pemaksaan atau pendiskriminatifan.
Dengan menyampaikan nasihah insyaallah akan menegakkan hujjah dan membebaskan kita dari dosa.Dan termasuk sebagai nasihah adalah kita menyibukkan manusia dengan apa-apa yang bermanfaat bagi mereka, dengan memperbaiki ‘aqidah, ‘ibadah, akhlak dan mu’amalah.Sebahagian mereka menduga bahwa kita ingin merealisasikan tarbiyah dan tashfiyah pada masyarakat Islam seluruhnya.
Hal ini tidak pernah kita fikirkan dan impikan dalam tidur, kerana merealisasikan hal itu adalah mustahil, Allah Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur'an Karim.
mafhumnya : “ Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat" [Huud : 118].
Firman Allah ini tidak akan terealisasi pada mereka kecuali apabila mereka memahami Islam dengan pemahaman yang benar dan mendidik diri mereka serta keluarga mereka dengan dan orang-orang disekitar mereka, di atas Islam yang benar ini.
untuk perkongsian semata-semata, andainya ada tersilap, silalah untuk memperbaiki..
allahu wa rasuluhu 'alam..
( sumber : buku At-Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam, edisi Indonesia TAUHID, Prioritas Pertama dan Utama, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 41-43, terbitan Darul Haq, penerjemah Fariq Gasim Anuz )




No comments:
Post a Comment